Skip to main content

Posts

5 Film Berdasar Kisah Nyata yang Bikin Haru

Menurut saya, film tuh nggak cuma buat hiburan saja. Ada banyak pelajaran yang sebetulnya bisa kita ambil, baik dari segi produksi maupun cerita yang ditayangkan di film tersebut. Apalagi film yang berdasar kisah nyata. Nggak jarang, film - film based on true story bisa bikin saya haru sampai termehek - mehek.
Nah, akhir - akhir ini, saya emang lagi seneng nonton film yang berdasar dari kisah nyata. Mulai dari film Indonesia, Hollywood, Bollywood, semuanya deh. Tapi kali ini saya mau cerita dulu, Hindi film yang jadi favorit saya. Hihihi.. Nggak apa kan ya? Soalnya Bollywood emang jago deh kalau bikin film  biopic kayak gini!
Berikut beberapa film berdasar kisah nyata yang jadi favorit saya:
1. Dangal (2016)

Film ini diangkat dari kisah nyata seorang Mahavir Singh Phogat yang diperankan oleh Aamir Khan. Dia adalah seorang mantan pegulat India yang ingin sekali meraih medali emas di kejuaraan internasional.
Sayang imipiannya kandas karena sepertinya gulat tidak terlalu didukung oleh pe…
Recent posts

Paxel: Solusi Kirim Paket Cepat dengan Tarif Flat

Pernah ngerasa kesel nggak sih kalau pas belanja online, nyampenya tuh lama? Padahal bisa jadi, si penjual udah langsung kirim setelah pesanan kita masuk. Atau mau kirim dokumen penting tapi nyampenya satu sampai dua hari? Yang paling nyesek, kalau mau pesan makan apalagi frozen food, ya masa harus nunggu dua hari sih? Kan sedih ya kalau sampai tempat kita malah basi?
Memang urusan kirim-kirim barang tuh jadi sesuatu yang penting untuk sekarang ini, apalagi dengan berkembangnya online shop dan e-commerce. Kita butuh yang namanya jasa pengiriman barang.

Beberapa yang jadi pertimbangan kalau mau kirim paket adalah: MurahCepatBagus Seringnya sih hanya 2 poin saja yang terpenuhi. Misal, murah + bagus tapi lama. Atau cepat + bagus tapi mahal. Huh. Nggak bisa semua aja gitu? Nah, menjawab kegalauan kita semua soal pengiriman paket, ada satu startup logistik yang kasih solusi buat kita semua nih, yaitu Paxel.


Paxel? Apa itu?
Paxel adalah startup logistik berbasis aplikasi yang melayani pengir…

Sekolah Pasar Modal: Belajar Investasi Bareng BEI

Kenapa sih perlu investasi? Mungkin hal ini sering ditanyain sama kita - kita ini yang masih awam dan belum mulai berinvestasi. Padahal banyak lho alasan kenapa kita tuh perlu banget investasi, misalnya: inflasi, peningkatan nilai kekayaan, ketidakpastian di masa yang akan datang, dan lain sebagainya. Termasuk juga pemenuhan keinginan dan kebutuhan seperti biaya pendidikan, biaya setelah pensiun dan ibadah seperti haji dan umroh.
Baca Juga: Cara dan Alur Mendaftar Haji
Sebelum berinvestasi, ada baiknya kita memperkaya literasi investasi dengan banyak belajar biar gak kena tipu ajakan investasi bodong. Salah satu caranya dengan ikutan Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diadain sama Bursa Efek Indonesia.
Awalnya, info ini saya dapetin dari instagram @indonesiastockexchange yang juga getol berkampanye #YukNabungSaham. Yang bikin menarik sebenernya karena kelas ini gak dipungut biaya alias gratis. Maklum, namanya juga emak - emak kan. Hehe.. Kemudian saya cari tahu di website seputar sekolah …

Mendaftar Haji di Kemenag Semarang, Mudah dan Cepat

"Labbaik Allahumma labbaik. Labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika lak."


Begitulah bunyi kalimat talbiyah yang selalu membuat hati dan jiwa kita bergetar, membuat rasa rindu dan harap untuk dapat beribadah di Baitullah. Ya, menunaikan ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima dan menjadi salah satu hal yang paling dinanti oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk saya. Bahkan di Indonesia, saat ini kita harus mengantre selama belasan bahkan puluhan tahun untuk dapat menunaikan ibadah haji di tanah suci. Maka tak heran jika banyak orang yang menyarankan untuk memulai menabung dana haji dan segera mendaftar haji.

Baca juga: Belajar Investasi Bareng Bursa Efek Indonesia

Mengenal Kehidupan Laut di Seaworld Ancol

"Tempat yang cocok buat liburan tipis - tipis di mana ya?", tanya suami. Karena saya malah balik bertanya di mana, suami mencoba bertanya kepada salah seorang kawan yang memiliki agen perjalanan. Dan jawaban yang kami terima adalah Belitung.

Setelah mencari berbagai informasi seputar tempat wisata, harga paket, dan tiket pesawat, rasanya kurang puas dan eman-eman jika menikmati Belitung yang eksotis itu hanya dalam waktu 2 hari saja, karena suami hanya libur di hari Sabtu & Minggu.

Banyak pasangan yang memang memilih tempat wisata yang romantis untuk merayakan ulang tahun pernikahan. Namun, betapa recehnya saya yang justru memilih untuk jalan - jalan ke Seaworld Ancol daripada mengiyakan ajakan suami ke Belitung. Haha.. Tapi memang saya ingin sekali jalan - jalan ke Seaworld. Jadilah kami membeli tiket masuk Seaworld Ancol daripada memesan paket wisata ke Belitung (dan berharap tawaran ke Belitung masih berlaku). 😄

Tiket Masuk
Setiap pengunjung akan dikenakan biaya masuk…

Kopdar Investarian 1: Mengenal Reksadana

Melihat harga-harga yang mulai melambung tinggi, baik itu kebutuhan pokok dan pendidikan anak, saya jadi kepikiran tentang tabungan masa depan. Cukupkah tabungan saya saat ini untuk masa tua dan untuk anak-anak kelak? Sebagai seseorang yang kini sudah berkeluarga, rasanya itu hal yang wajar, bahkan harus dipikirkan oleh pasangan suami istri, baik yang sudah menjadi orang tua maupun belum. Hingga beberapa waktu yang lalu, saya mencari berbagai informasi di internet mengenai instrumen investasi yang cocok untuk saya. Ada banyak pilihan seperti tabungan, logam mulia, deposito, reksadana dan juga saham.

Saat browsing, saya jadi teringat dengan reksadana yang sudah saya miliki dari 2 tahun yang lalu tapi saldonya masih belum bertambah. Huhuhu. Dan saya gencar untuk mencari informasi seputar reksadana, termasuk dari website manajer investasi saya yaitu Manulife Asset Management Indonesia. Sempat terpikir untuk datang ke kantor Manulife Semarang untuk berkonsultasi tetapi belum sempat karena…

Soto Gading 1, Soto Legendaris dari Solo

Saat berkunjung di Solo beberapa waktu lalu, saya sempat mencicipi berbagai olahan kambing di Marakez Cafe dan Resto untuk makan malam, dan paginya, menikmati kesegaran susu buah Sufruit saat jalan-jalan di CFD Jalan Slamet Riyadi.
Setelah selesai ber-CFD, si perut pun berteriak minta diisi. "Mau makan apa?"
Ya. Makan apa. Ini adalah pertanyaan paling sulit dijawab selain pertanyaan seseorang kepada gebetannya, "kita itu sebenernya gimana, sih?". Eh? Duh..
Untungnya, saya yang ditanya. Jadi tidak membutuhkan waktu lama saat mendapat pertanyaan tentang menu sarapan karena menu sarapan yang menduduki peringkat satu di kepala saya adalah: SOTO! Soto khas mana saja, saya suka. Mau daging ayam atau sapi, dua-duanya saya suka.