Kawasan Kota Tua memang terdapat banyak sekali museum. Ada museum Mandiri, museum Bank Indonesia, museum Fatahillah yang iconic, museum wayang, museum seni rupa dan keramik, serta museum bahari.
Penjelajahan museum di Kota Tua, saya awali dengan museum Bank Mandiri, trus sekarang lanjut ke museum Bank Indonesia yang letaknya bersebelahan dengan museum Bank Mandiri. Tinggal jalan kaki aja, sampe deh! Nggak bakal terasa karena sambil mampir icip-icip jajanan yang dijual di sepanjang jalan.
Baca Juga: Jelajah Museum Bank Mandiri, Kota Tua
Bank Indonesia Kota Sebagai Bangunan Cagar Budaya
Museum BI dulunya adalah bangunan de Javasche Bank (DJB) yang dibangun pada 1935. Awalnya, DJB menempati bangunan 2 lantai bekas Binnen Hospital, rumah sakit yang berada tepat di sebelah dalam tembok kota di Batavia.
Kota adalah kawasan pertama kali dibangun oleh pemerintah Belanda pada awal abad ke-16, dan menjadi pelabuhan penting tempat kapal - kapal dagang dari penjuru dunia berlabuh. Bergudang - gudang hasil bumi seperti rempah, kopi, teh, serta komoditas lain disimpan dan diperdagangkan di sini.
Bangunan ini kemudian beralih fungsi menjadi kantor pertama Bank Indonesia di tahun 1953. Kantor Bank Indonesia Kota merupakan bangunan monumental yang sarat nilai sejarah dan memiliki keindahan arsitektur neo-klasik.
Berdasarkan hal ini, Pemda DKI Jakarta menetapkan Bank Indonesia Kota sebagai bangunan cagar budaya. Kemudian BI melakukan konservasi dan revitalisasi gedung Bank Indonesia Kota sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian bangunan cagar budaya.
Sekarang Bank Indonesia Kota dimanfaatkan menjadi Museum Bank Indonesia sebagai sarana edukasi bagi publik dan informasi tentang sejarah kelembagaan, uang, gedung, dan arsitektur serta sebagai saran komunikasi kebijakaan BI.
Kesan di awal masuk museum ini memang beda banget dengan museum Mandiri. Museum BI terasa lebih modern, dan rame banget! Apalagi waktu itu sedang ada kunjungan dari sekolah dan ada banyak turis asing yang berkunjung.
Seperti biasa, kita perlu beli tiket masuk dulu ya, trus nitipin barang - barang karena tas nggak boleh dibawa. Tapi disediakan juga tas tenteng transparan kalau butuh untuk membawa dompet, hp atau barang berharga lainnya.
Setelah itu kita langsung disambut bagian visitor center. Ada majalah dan brosur gratis yang bisa jadi panduan selama menjelajah museum.
Begini alur jelajah di museum Bank Indonesia:
1. Playmotion
Pengen tahu mengenai uang kuno? Coba deh buat menangkap bayangan koin yang berjatuhan di ruang peralihan. Ruangan ini juga bertujuan buat nyiapin para pengunjung sebelum memasuki ruang - ruang selanjutnya di museum BI.
2. Teater
Ada film pendek tentang sejarah BI, sejarah kebijakan BI dari masa ke masa dan sejarah uang. Waktu itu yang saya tonton adalah film pendek tentang menjaga uang dengan tokoh utas, koina, dan copi. Total durasi sekitar 15 menit, yang diputar hanya di jam 10.00 dan 13.00.
3. Ruang Sejarah
Saya baru tahu lho kalau ruang sejarah ini baru diresmikan bulan November lalu pasca renovasi. Salah satu alasan renovasi adalah untuk menarik minat anak muda dan generasi milenial biar mau datang ke museum. Dan menurut saya, usaha ini cukup berhasil karena saat saya berkunjung, banyak banget anak muda di museum ini.
Emang apa sih yang spesial? Yap, desainnya emang kekinian banget! Koleksi museum, sejarah BI dan keuangan Indonesia ditampilkan dengan teknologi yang kekinian dan pastinya instagramable.
Ruang sejarah juga dibagi menjadi beberapa periode. Mulai dari kisah panjang menuju kemerdekan Indonesia, periode pra BI, masa krisis moneter, proses berbenah pasca krisis hingga fokus ulang peran BI. Semua informasi disajikan lengkap dengan visualisasi yang memanjakan mata.
Tak lupa, bagian ruang perbankan syariah yang menjelaskan mengenai sejarah dan hukumnya. Ada layar interaktif yang bisa kita mainkan dan buku digital yang sangat menarik. Ssttt, yang ini wajib coba!
Bagi saya, ini bagian paling menarik karena sejarah ditampilkan secara modern. Tentunya informasi yang disajikan tetap lengkap, nggak cuma fokus divisualnya saja.
4. Ruang Perenungan
Ruang ini awalnya merupakan bagian dari Binnen Hospital. Saat gedung ini digunakan oleh DJB di tahun 1828, ruangan ini difungsikan sebagai ruang rapat direksi. Ruang tersebut mengalami perubahan seiring renovasi gedung DJB tahap 2 di tahun 1922.
Hasil renovasinya bisa kita lihat sampai sekarang di bagian ini. Dinding keramik hijau yang elegan dan menyejukkan, mengalirkan energi positif dalam berbagai pengambilan keputusan. Sejak saat itu ruang ini dikenal dengan ruang hijau.
Tapi di akhir masa DJB, ruangan ini sudah berubah fungsi menjadi ruang kerja bagi afdeling centrale administratie atau administrasi pusat. Fungsi ini kemudian diteruskan oleh BI dan ditambah ruang baru dengan sekat kayu sebagai ruang kerja bagian lainnya.
5. Ruang Emas Moneter
Emas batangan yang ada di lemari kaca ini, pada masanya pernah berfungsi sebagai penjamin uang yang beredar di Indonesia. Melihat gambaran emas batangan itu, membuat saya mbatin, kapan punya emas sebanyak itu ya? Hahaha.. Semoga Ya Allah! *tetep
6. Ruang Numismatik
Yang ini juga menarik nih, karena kita bisa tahu perkembangan uang koin dan kertas dari masa ke masa. Mulai dari masa kerajaan, masa kolonial, awal kemerdekaan RI, uang pemerintahan, uang token, hingga uang khusus.
Uang khusus? Apa tuh? Jadi BI juga menerbitkan uang khusus yang terbuat dari emas atau perak, dalam rangka memperingati peristiwa penting atau untuk tujuan tertentu. Biasanya dalam jumlah terbatas untuk diedarkan di kalangan kolektor dan dijual dengan harga di atas nilai nominalnya.
Ohya, ada kaca pembesar yang bisa kita geser - geser untuk mengamati koleksi uang koin. Ada juga koleksi mata uang dari berbagai negara yang disimpan di lemari geser yang terbuat dari kaca.
7. Immersive Cinema
Well, ini best part dari museum BI sih, selain ruang sejarahnya yang oke banget. Di sini kita bisa lihat film sejarah gedung dan arsitektur museum BI dengan teknologi video mapping. Kalau kata anak jaman now sih, keren parah!
Kapasitasnya terbatas cuma untuk 20 kursi, dan pastinya gratis! Nggak ada biaya tambahan untuk tiket immersive cinema. Nah, untuk jam tayangnya ada di jam 11.00 dan 14.00, jadi jangan sampai kelewatan ya. Waktu itu cuma ada 4 pengunjung aja, saya, suami, dan 2 pengunjung lainnya. Duuh pokoknya sayang banget yang nglewatin bagian ini.
Setelah puas menjelajah museum, nggak lupa beli souvenir buat kenang - kenangan dong. Ada kaos, tas, mug, dompet, dan masih banyak lagi lainnya. Kisaran harga mulai 5.000 sampi 200ribuan.
Pokoknya nyenengin banget bisa keliling museum dengan ruang pamer modern dan nggak ngebosenin. Yang bikin saya makin happy, karena banyak anak muda yang mengunjungi museum BI.
Museum BI bolehlah dijadikan destinasi wisata edukasi buat teman - teman yang berkunjung di Jakarta.
Baca Juga: Mengenal Kehidupan Laut di Seaworld Ancol
Tips & Info Tambahan:
__
Museum Bank Indonesia
Alamat:
Jl. Pintu Besar Utara No.3
Kota Tua, Jakarta Barat
Jam Buka:
Selasa - Jumat: 08.00 - 15.30 WIB
Sabtu - Minggu: 08.00 - 16.00 WIB
Tutup:
Senin dan hari libur nasional
Harga tiket masuk:
Rp 5.000
Gratis untuk:
- Pelajar / mahasiswa yang menunjukkan kartu pelajar dan kartu tanda mahasiswa
- Pengunjung rombongan yang telah mendaftar dan disetujui
Museum BI dulunya adalah bangunan de Javasche Bank (DJB) yang dibangun pada 1935. Awalnya, DJB menempati bangunan 2 lantai bekas Binnen Hospital, rumah sakit yang berada tepat di sebelah dalam tembok kota di Batavia.
Kota adalah kawasan pertama kali dibangun oleh pemerintah Belanda pada awal abad ke-16, dan menjadi pelabuhan penting tempat kapal - kapal dagang dari penjuru dunia berlabuh. Bergudang - gudang hasil bumi seperti rempah, kopi, teh, serta komoditas lain disimpan dan diperdagangkan di sini.
bangunan setelah penambahan tahun 1933. |
Bangunan ini kemudian beralih fungsi menjadi kantor pertama Bank Indonesia di tahun 1953. Kantor Bank Indonesia Kota merupakan bangunan monumental yang sarat nilai sejarah dan memiliki keindahan arsitektur neo-klasik.
Berdasarkan hal ini, Pemda DKI Jakarta menetapkan Bank Indonesia Kota sebagai bangunan cagar budaya. Kemudian BI melakukan konservasi dan revitalisasi gedung Bank Indonesia Kota sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian bangunan cagar budaya.
Sekarang Bank Indonesia Kota dimanfaatkan menjadi Museum Bank Indonesia sebagai sarana edukasi bagi publik dan informasi tentang sejarah kelembagaan, uang, gedung, dan arsitektur serta sebagai saran komunikasi kebijakaan BI.
loket tiket. |
Kesan di awal masuk museum ini memang beda banget dengan museum Mandiri. Museum BI terasa lebih modern, dan rame banget! Apalagi waktu itu sedang ada kunjungan dari sekolah dan ada banyak turis asing yang berkunjung.
Seperti biasa, kita perlu beli tiket masuk dulu ya, trus nitipin barang - barang karena tas nggak boleh dibawa. Tapi disediakan juga tas tenteng transparan kalau butuh untuk membawa dompet, hp atau barang berharga lainnya.
Setelah itu kita langsung disambut bagian visitor center. Ada majalah dan brosur gratis yang bisa jadi panduan selama menjelajah museum.
visitor center. |
Begini alur jelajah di museum Bank Indonesia:
1. Playmotion
Pengen tahu mengenai uang kuno? Coba deh buat menangkap bayangan koin yang berjatuhan di ruang peralihan. Ruangan ini juga bertujuan buat nyiapin para pengunjung sebelum memasuki ruang - ruang selanjutnya di museum BI.
playmotion |
2. Teater
Ada film pendek tentang sejarah BI, sejarah kebijakan BI dari masa ke masa dan sejarah uang. Waktu itu yang saya tonton adalah film pendek tentang menjaga uang dengan tokoh utas, koina, dan copi. Total durasi sekitar 15 menit, yang diputar hanya di jam 10.00 dan 13.00.
3. Ruang Sejarah
Saya baru tahu lho kalau ruang sejarah ini baru diresmikan bulan November lalu pasca renovasi. Salah satu alasan renovasi adalah untuk menarik minat anak muda dan generasi milenial biar mau datang ke museum. Dan menurut saya, usaha ini cukup berhasil karena saat saya berkunjung, banyak banget anak muda di museum ini.
masa Hindia Belanda |
Emang apa sih yang spesial? Yap, desainnya emang kekinian banget! Koleksi museum, sejarah BI dan keuangan Indonesia ditampilkan dengan teknologi yang kekinian dan pastinya instagramable.
Ruang sejarah juga dibagi menjadi beberapa periode. Mulai dari kisah panjang menuju kemerdekan Indonesia, periode pra BI, masa krisis moneter, proses berbenah pasca krisis hingga fokus ulang peran BI. Semua informasi disajikan lengkap dengan visualisasi yang memanjakan mata.
periode krisis moneter |
Tak lupa, bagian ruang perbankan syariah yang menjelaskan mengenai sejarah dan hukumnya. Ada layar interaktif yang bisa kita mainkan dan buku digital yang sangat menarik. Ssttt, yang ini wajib coba!
Bagi saya, ini bagian paling menarik karena sejarah ditampilkan secara modern. Tentunya informasi yang disajikan tetap lengkap, nggak cuma fokus divisualnya saja.
layar interaktif |
buku digital |
4. Ruang Perenungan
Ruang ini awalnya merupakan bagian dari Binnen Hospital. Saat gedung ini digunakan oleh DJB di tahun 1828, ruangan ini difungsikan sebagai ruang rapat direksi. Ruang tersebut mengalami perubahan seiring renovasi gedung DJB tahap 2 di tahun 1922.
Hasil renovasinya bisa kita lihat sampai sekarang di bagian ini. Dinding keramik hijau yang elegan dan menyejukkan, mengalirkan energi positif dalam berbagai pengambilan keputusan. Sejak saat itu ruang ini dikenal dengan ruang hijau.
ruang hijau. |
Tapi di akhir masa DJB, ruangan ini sudah berubah fungsi menjadi ruang kerja bagi afdeling centrale administratie atau administrasi pusat. Fungsi ini kemudian diteruskan oleh BI dan ditambah ruang baru dengan sekat kayu sebagai ruang kerja bagian lainnya.
5. Ruang Emas Moneter
Emas batangan yang ada di lemari kaca ini, pada masanya pernah berfungsi sebagai penjamin uang yang beredar di Indonesia. Melihat gambaran emas batangan itu, membuat saya mbatin, kapan punya emas sebanyak itu ya? Hahaha.. Semoga Ya Allah! *tetep
6. Ruang Numismatik
Yang ini juga menarik nih, karena kita bisa tahu perkembangan uang koin dan kertas dari masa ke masa. Mulai dari masa kerajaan, masa kolonial, awal kemerdekaan RI, uang pemerintahan, uang token, hingga uang khusus.
Uang khusus? Apa tuh? Jadi BI juga menerbitkan uang khusus yang terbuat dari emas atau perak, dalam rangka memperingati peristiwa penting atau untuk tujuan tertentu. Biasanya dalam jumlah terbatas untuk diedarkan di kalangan kolektor dan dijual dengan harga di atas nilai nominalnya.
uang khusus tahun 1999 |
Ohya, ada kaca pembesar yang bisa kita geser - geser untuk mengamati koleksi uang koin. Ada juga koleksi mata uang dari berbagai negara yang disimpan di lemari geser yang terbuat dari kaca.
7. Immersive Cinema
Well, ini best part dari museum BI sih, selain ruang sejarahnya yang oke banget. Di sini kita bisa lihat film sejarah gedung dan arsitektur museum BI dengan teknologi video mapping. Kalau kata anak jaman now sih, keren parah!
Kapasitasnya terbatas cuma untuk 20 kursi, dan pastinya gratis! Nggak ada biaya tambahan untuk tiket immersive cinema. Nah, untuk jam tayangnya ada di jam 11.00 dan 14.00, jadi jangan sampai kelewatan ya. Waktu itu cuma ada 4 pengunjung aja, saya, suami, dan 2 pengunjung lainnya. Duuh pokoknya sayang banget yang nglewatin bagian ini.
immersive room |
Setelah puas menjelajah museum, nggak lupa beli souvenir buat kenang - kenangan dong. Ada kaos, tas, mug, dompet, dan masih banyak lagi lainnya. Kisaran harga mulai 5.000 sampi 200ribuan.
Pokoknya nyenengin banget bisa keliling museum dengan ruang pamer modern dan nggak ngebosenin. Yang bikin saya makin happy, karena banyak anak muda yang mengunjungi museum BI.
souvenir shop |
Museum BI bolehlah dijadikan destinasi wisata edukasi buat teman - teman yang berkunjung di Jakarta.
Baca Juga: Mengenal Kehidupan Laut di Seaworld Ancol
Tips & Info Tambahan:
- Saat berkunjung, sesuaikan dengan jam tayang teater dan immersive cinema jika memang ingin menonton tayangannya.
- Ambil tiket immersive cinema dari awal pas beli tiket masuk aja ya, supaya nggak bolak balik kayak saya. Hehe..
- Area parkir museum BI cukup luas, jadi kalau tujuannya memang ingin ke museum, langsung saja parkir di area museum.
- Setiap ruang pamer dan koleksi di museum BI, banyak informasi menarik dan sangat lengkap. Jadi, saran saya nikmati museum ini dengan membaca segala informasi di dalamnya :)
- Menurut info dari brosur yang saya baca, museum BI memiliki program jelajah museum bagi pengunjung rombongan. Surat permintaan kunjungan bisa dikirim melalui email (museum@bi.go.id) dan fax (021-2601730) ke museum BI.
__
Museum Bank Indonesia
Alamat:
Jl. Pintu Besar Utara No.3
Kota Tua, Jakarta Barat
Jam Buka:
Selasa - Jumat: 08.00 - 15.30 WIB
Sabtu - Minggu: 08.00 - 16.00 WIB
Tutup:
Senin dan hari libur nasional
Harga tiket masuk:
Rp 5.000
Gratis untuk:
- Pelajar / mahasiswa yang menunjukkan kartu pelajar dan kartu tanda mahasiswa
- Pengunjung rombongan yang telah mendaftar dan disetujui
perlu ini aku suka dg museum
ReplyDeletewaaah interaktif ya museumnya.selama ini aku pikir mungkin bakal bosenin mba. makanya blm prnh ke museum BI. kalo menarik gitu dan ada interaktif cinema juga, ya pasti bakal bagus sih. Murah pula tiketnya :).
ReplyDeleteWaahh gara-gara baca tulisan ini jadi mengingat-ingat kapan ya terakhir kali main ke Museum BI. Udah lama banget. Liatin foto-fotonya jadi nostalgia
ReplyDeleteKayaknya saya sudah bertahun-tahun nggak ke museum BI. Boleh juga nih mampir lagi.
ReplyDeleteKalo museumnya keren dan kekinian gini sih spertinya aku juga pengen masuk.
ReplyDeleteSoalnya kata museum itu selalu ada horor di dalamnya. (Pengalaman jaman smp masuk ke museum) hehe
Yang ini sama sekali nggak nyeremin lho, Mbak. Malah seru banget. Coba deh! :)
DeleteWah, ini salah satu wishlist museum buat dikunjungi. Habisnya banyak temen-temen yang merantau ke Jakarta suka banget update ke sini.
ReplyDeleteWah koin emas Rp150K itu aku blm pernah lihat..apalagi punya! Haha.. TFS ya Sofi..jadi tahu ada museum keren begini..
ReplyDeleteKlo denger kata 'museum' kesannya suram & kuno.. tapi dari post ini kesan yg kutangkap justru beda : rapi, bersih & kekinian.. Jempol deh..
DeleteAiiihhhhh....museumnya keren banget mbak, mana tiket masuknya cukup terjangkau lagi.
ReplyDeleteKeren bgt sih museum ini. Bikin mupeng pingin ke sana deh. Anak2 bakal suka ga, ya?
ReplyDeletePas lihat foto fotonya kayak jadi menjelajah di masa lalu. Cakep mbak.. Apalagi tiket masuk hanya 5rb saja padahal banyak banget pengetahuan yang didapat.
ReplyDeleteIni museum nggak mau ketinggalan era ya mb, digitalisasi mulai jalan. Biasanya museum identik dengan pemertahanan saja. Masuk list deh kalau main ke Kota Tua.
ReplyDeleteSuka banget menjelajah Kota Tua, soalnya museum nya banyak dan berdekatan, tapi aku belum ke museum topeng keburu capek..keren pisan ya museum BI, modern
ReplyDeleteKeren ya isi Museum BI, komplit bangeeet. Ada ruang teater juga yang menayangkan film pendek. Tapi yang paling bikin gemes itu Ruang Emas Moneter, gemes pengan punya maksudnya hahahaa
ReplyDeleteSama, Mbak! Ngebayangin kalo punya emas batangan bertumpuk-tumpuk gitu haha
DeleteKeren ya museumnya. Murah banget lagi tiketnya. Penasaran banget aku jadinya Mbak..
ReplyDeleteTeknologi video mapping tuh yang kekgimana Sov? Aku penasaran banget dengan immersive cinemanya. Sebagai emak kekinian pun butuh tau juga kan yang kekbegini2 :))
ReplyDeleteGimana ya aku ngejelasinnya, Mbak? Hahaha.. Hmm, intinya sih kayak ilusi optik di sebuah objek, dan objek di sini adalah gedung BI. Kita tuh jadi berasa kayak ada di objek itu gitu.. Kira-kira begitulah hihi
DeleteHuwooo kota Tua, aku rencana mau ke sini mba tanggal 25 kalo sempet sebelum ke Bogor hehehe
ReplyDeletebanyak spot sejarah ya mba, bakalan sibuk mengabadikan nih karena banyak sejarhnya mupeng
harga masuknya juga murah ya, wisata sejarah banet ke sini
Disempetin, Mbak.. Seru loh, banyak juga spotnya kalo di Kota Tua.
DeleteAku baru sekali ke kota tua, itupun weekend sore kyaknya udh tutup. Ternyata isi didalembya bagus ya, aq penasaran yg playmotion
ReplyDeleteJelajah museum sangat menyenangkan kalo begini. Anak anak juga pasti hepi dan ga sadar kalo sedang belajar sejarah yaa
ReplyDelete"senang banyak anak muda yang datang ke sini". Kayaknya udahntua banget ya 😂
ReplyDeleteAatu hal lagi yang saya suka dari Museum BI yaitu toiletnya. Saya rasa toilet museum paling bagus ya di Museum BI ini
Hahahaha. Aku masih muda kok 🤣
DeleteBener, fasilitas penunjang lainnya seperti toilet dan masjid bersih. Parkir juga luas. Bener-bener nyaman
paling suka saat sekolah itu ketika ada kunjungan sekolah ke museum. Saya akan jalan paling depan, sayang waktu sekolah dulu ga kenal blog jadi belum bisa share ke blog. Hehe. Museum sekarang disulap dengan teknologi multimedia jadi ga bosenin ya...
ReplyDeleteKu belum pernah berkunjung ke museum BI. Dan pengen banget bisa berkunjung ke sana. Plus baca tulisan ini jadi tambah pengen lagi hehe. Doakan smoga ada kesempatan segera bisa jalan2 ke museum BI. Thanks for share mba sovia😊
ReplyDeleteSering ke Kota Tua cuma belum sempet masuk ke dalam museum nya. Next Klo ada waktu sempetin maen ke museum nya
ReplyDeleteMenarik ya Mengunjungi berbagai museum di Indonesia. Museum Bank Indonesia ternyata menarik, ya. Ada ruang sejarah dan teater juga. Bisa belajar banyak hal di sini.
ReplyDeleteLhah keren amat. Walaupun cuma ber-4, immersive camera tetap berjalan. Pernah ke Museum Keris di Solo, saya iseng maen sendirian ke sana. Film di auditorium engga dinyalain, karena dinyalain kalau ada rombongan doang. Hiks...
ReplyDeleteBagus Museum BI nya niii...
Yaaahhh sayang bangeeeet :(
DeleteAku pun waktu itu agak khawatir bakal diputer atau engga, ternyata tetep diputer lho. Yay!
Aura museum Bank Mandiri beda dengan Bank Indonesia. Ya iya, lah! Yang satunya serasa masuk tempat shooting film horror, yang satunya dibuat terasa modern. Padahal, yang bangunan untuk museum Bank Indonesia masih ada bekas rumah sakitnya dan harusnya lebih serem ya. Saya belum pernah masuk lagi ke Museum Bank Indonesia setelah renovasi. Wah, boleh juga nih dikunjungi lagi.
ReplyDeleteKeren ih museumnya.
ReplyDeleteAku bintangin ah. Ntar kalo ke Jakarta mesti ke museum BI
sudah dua kali ke Museum BI dan nggak pernah bosan, apalagi kini setelah renovasi ada yang baru ya.., pengen datang lagi ah., terakhir udah dua tahun lalu.
ReplyDeleteBerarti saya harus balik ke sini lagi. Sekian tahun lalu, saya ke sana belum ada yang serba digital. Hanya berupa pajangan-pajangan aja
ReplyDeletewahh gilak! keren banget dah!
ReplyDeleteBakal puas banget ini kalau jalan-jalan ke Stasiun Kota dan sekitarnya. Duh museumnya banyak banget ya.
ReplyDeleteKalau saya bawa anak-anak bakalan jadi pengetahuan berharga buat mereka.
wah boleh juga nih kalo pas ke jakarta mampir ke museum ini. . piknik sekalian edukasi buat anak2.
ReplyDeleteAku ga sempat mampir ke Immersive cinema hiks :( Aku berkunjung ke Museum Bank Indonesia bareng grup kelas anakku tuh. Senang pas ke ruangn emas dan berasa horang kayah banget berada di sana hahaha. Ngeker koin2 uang zaman dulu. Trus jadi tau ruang rapat para pejabat bank dll. Seru...murah ya HTM nya. Mudah2an makin banyak pengunjung museum di Indonesia.
ReplyDeleteBagus ya Museum BI. Aku udah lama pengen ke museum ini tapi belum sempat.
ReplyDelete