Loading

Entah, ini sudah bulir air mata ke berapa yang menetes hanya karena persoalan kelulusan. Terdengar lemah? Biarlah. Aku tak peduli. Yang jelas ini tak hanya tentang aku, tapi juga tentang bapak ibuku yang semakin menua.

Maaf Tuhan, aku banyak pinta. Tapi di antara banyaknya impian, ada satu hal yang sangat mendesak. Tuhan, saya mau lulus, segera. Itu saja.




No comments

Post a Comment

Hai! Terima kasih sudah membaca sampai selesai ya. Silakan tinggalkan komentarmu di sini :)