Loading

apa ya ini? hhm..

Masih ingat betul tentang pembicaraan waktu itu. Berawal dari sekedar pertanyaan, dan berujung dengan pertanyaan pula. Apakah aku sanggup? Mungkin ini emang ngga gampang, di saat orang-orang mendukungku aku jadi ragu. Harusnya ngga gitu, nggak. Harusnya keyakinanku nambah bukan malah jadi turun kayak gini. Yang namanya didukung, dikasih semangat, dorongan ya harusnya jadi lebih maju lagi. Bukan letoy gini.

Hanya ada, maju atau mundur. Ya atau tidak sama sekali. Berubah atau mati.

Masa iya aku harus mundur sebelum perang? Itu kan namanya pecundang. Tapi sekali lagi, apakah aku sanggup untuk maju di medan perang? Tapi bukankah lebih baik mati di medan perang dalam keadaan berjuang? Tapi aku ngga punya senjata. Aku juga belum punya pasukan. Kalau tetep maju ya semua itu harus disiapin, direncanain, dikontrol. Tapi harus bener, jangan asal. Ini menyangkut orang banyak. Atau aku harus diem, nunggu sampe ada yang mengkomando. Kapan take actionnya? Alah, keburu musuh datang lalu habis diserang.

Tentang perubahan. Ini pun tentang perubahan. Mau mati lebih lama lagi? Kalo ngga dirubah ya bakal tetep mati. Mau kayak gitu? Ngga kan? Katanya mau nyoba bikin perubahan kok takut? Dikiiiiiitt aja. Kenapa ngga mau coba? Kalo ngga nyoba ya ngga bakal tau hasilnya gimana. Mau nunggu? Nunggu terus sampe nanti udah nggak jadi bagian dari ini lagi?

Yang dibutuhkan memang niat, keyakinan, dan ikhlas. Tapi sekali lagi. Apakah aku sanggup?

Ah, aku nggak tau.
Aku masih butuh waktu.
Meyakinkan diri ini untuk terus maju.
Atau berhenti sampai di sini.
Terus melangkah namun merubah arah.

No comments

Post a Comment

Hai! Terima kasih sudah membaca sampai selesai ya. Silakan tinggalkan komentarmu di sini :)